Manfaat dan Efek Samping Aspar-K pada Penderita Hipokalemia
Obat

Manfaat dan Efek Samping Aspar-K pada Penderita Hipokalemia

Aspar-K adalah merk obat yang mengandung Kalium L-Aspartat dan digunakan sebagai suplemen untuk mengatasi hipokalemia atau kondisi kekurangan kalium di dalam tubuh, serta pada penyakit yang menyebabkan kalium rendah seperti penyakit jantung dan penyakit liver. Selain itu, Aspar-K juga bisa digunakan untuk mengatasi kelelahan fisik dan mempercepat masa penyembuhan pada pasien yang baru selesai operasi.

Kalium merupakan salah satu elektrolit utama dalam sel yang berperan untuk menjaga fungsi jantung, ginjal, otot, saraf, dan sistem pencernaan. Kalium juga bisa mengobati tekanan darah tinggi dan mencegah stroke. Kekurangan kalium di dalam tubuh bisa menyebabkan kelelahan, lemah dan kram otot, detak jantung tidak teratur, serta perubahan suasana hati. Sedangkan hipokalemia bisa terjadi karena disebabkan oleh aktivitas fisik yang terlalu berat, kerusakan pada ginjal atau kelenjar adrenal, muntah yang terus-menerus, merokok, dan kecanduan alkohol.

Aspar-K tergolong obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Aspar-K bisa ditemui di pasaran dalam bentuk tablet dengan kandungan Kalium L-Aspartat 300 mg.

Manfaat Aspar-K

  • Membantu meningkatan kadar kalium di dalam darah pada penderita hipokalemia
  • Mengatasi hipokalemia yang diakibatkan penggunaan obat diuretik antihipertensi, steroid, dan insulin dalam jangka waktu Panjang
  • Mengatasi kelelahan fisik
  • Membantu penderita penyakit yang memiliki ketidakseimbangan elektrolit, terutama kalium, seperti:
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit hati
  • Tetraplegia periodic atau kelumpuhan anggota gerak karena hipokalemia
  • Gangguan metabolisme kalium lainnya, contohnya pada pasien sebelum dan setelah operasi untuk mencegah terjadinya hipokalemia

Efek Samping Aspar-K

Penggunaan Aspar-K berpotensi menimbulkan efek samping yang umumnya berkaitan dengan gangguan pencernaan dan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Efek samping terjadi jika tubuh belum atau sedang menyesuaikan obat yang dikonsumsi. Gejala yang dirasakan umumnya berupa:

  • Mual dan muntah. Konsumsi banyak air atau setidaknya enam gelas air per hari untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang agar tidak dehidrasi. Hindari makanan pedas dan asam serta makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Ketika tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari kaki
  • Diare. Minum air dalam jumlah sedikit, tetapi rutin agar tubuh tidak dehidrasi. Jangan konsumsi obat diare tanpa anjuran dokter
  • Nafsu makan menurun dan terkadang bisa memicu terjadinya anoreksia
  • Mengalami gejala hiperkalemia atau kelebihan kadar kalium seperti perasaan terbakar atau kesemutan, rasa lelah, kelumpuhan, kebingungan mental, tekanan darah rendah, dan irama jantung tidak teratur
  • Ruam kemerahan dan gatal-gatal pada kulit. Bisa terjadi karena reaksi alergi atau tanda kelebihan kalium
  • Rasa tidak nyaman pada dada sebelah kiri
  • Perut kembung dan terkadang terasa nyeri
  • Nyeri ketika menelan
  • Sulit bernapas
  • Bengkak pada mata atau bibir

Hentikan penggunaan Aspar-K dan segera hubungi dokter jika terjadi kondisi berikut:

  • Detak jantung tidak merata dan bahkan melambat
  • Merasa gelisah, kebingungan, cemas, dan seperti akan pingsan
  • Rasa haus yang ekstrim dan peningkatan buang air kecil
  • Kaki terasa tidak nyaman, kesemutan, bahkan mati rasa
  • Otot melemah dan badan terasa lemas
  • Diare dan sakit perut semakin parah, ditandai dengan tinja yang berwarna merah atau hitam karena adanya darah
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi

Tubuh tidak bisa memproduksi sendiri kalium, sehingga untuk memenuhi asupan kalium dalam tubuh yaitu dengan konsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi atau suplemen tambahan seperti Aspar-K. Anda bisa memperoleh asupan kalium agar jantung dan ginjal bisa berfungsi secara normal dengan mengonsumsi jenis-jenis makanan: kacang-kacangan misalnya kacang merah dan kacang kedelai, sayuran seperti brokoli, ubi dan kentang, buah pisang, daging tanpa lemak seperti dada ayam, ikan tuna atau tiram, dan susu.