Penyakit

Mengapa Leukemia Pada Anak Bisa Terjadi?

Kanker darah atau yang sering Anda kenal sebagai Leukimia adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Kondisi ini dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan, terutama penyakit infeksi. Leukimia bisa menyerang siapa saja termasuk anak – anak. Meski begitu, leukemia pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

image Leukemia pada Anak

Penyebab leukemia pada anak tidak diketahui secara pasti. Namun kebanyakan kasus terjadi dikarenakan adanya mutasi gen. Mutasi gen juga umumnya muncul secara spontan dan tidak dipengaruhi oleh keturunan. Ini berarti, leukemia pada anak bisa saja terjadi meski orang tua maupun keluarga kandungnya tidak menderita kanker yang sama. Anak – anak yang lebih rentan mengalami leukemia apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini.

  1. Memiliki kembar identik dengan leukemia pada usia muda
  2. Memiliki kembar tidak identik atau saudara kandung yang menderita leukemia
  3. Pernah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk jenis kanker lain
  4. Menjalani pengobatan yang menekan sistem imun setelah transplantasi organ
  5. Mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan mutasi genetik, seperti Down syndrome, Li-Fraumeni syndrome, Klinefelter syndrome, neurofibromatosis, telangiectasia ataxia, dan fanconi anemia
  6. Tinggal di lokasi yang tinggi radiasi dan paparan zat kimia

Meski leukimia pada anak tidak begitu mengkhawatirkan jika langsung ditangani dengan tepat, tetapi Anda juga harus waspada terhadap gejala – gejala dari kanker darah atau leukimia yang menyerang anak – anak.

  1. Wajah pucat

Kanker darah dapat menyebabkan penurunan sel darah merah (eritrosit). Rendahnya jumlah eritrosit akan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah, sehingga anak bisa mengalami anemia dan menimbulkan gejala berupa pucat, lemas, mudah lelah, dan sesak napas.

  1. Rentan terkena infeksi

Pada leukemia, sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jumlahnya meningkat. Meski begitu, sel – sel ini tidak berfungsi secara normal. Hal inilah yang menyebabkan anak menjadi lebih rentan terkena infeksi. Gejalanya bisa berupa demam berkepanjangan.

  1. Mudah mengalami perdarahan

Anak yang menderita leukemia juga mudah mengalami perdarahan, karena terjadi penurunan jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang rendah akan mengganggu proses pembekuan darah, sehingga perdarahan lebih mudah terjadi. Gejalanya berupa mudah memar, gusi berdarah, dan sering mimisan.

  1. Nyeri tulang dan sendi

Nyeri pada tulang dan sendi sering dirasakan oleh anak yang mengalami leukemia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan sel – sel darah putih yang abnormal di bagian tersebut.

  1. Kesulitan bernapas

Kanker darah pada anak bisa mempengaruhi kelenjar timus. Letaknya di leher sehingga pembengkakan pada kelenjar ini dapat menekan trakea dan membuat anak sulit bernapas. Kesulitan bernapas juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan sel-sel abnormal di pembuluh darah paru-paru.

  1. Kehilangan nafsu makan dan nyeri perut

Bila sel abnormal menumpuk di hati, ginjal, dan limpa, maka organ – organ  tersebut akan membengkak dan menekan organ lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada perut dan rasa tidak nyaman. Pada anak yang mengalami leukemia, nafsu makannya juga sering menurun.

  1. Pembengkakan kelenjar

Sel-sel darah putih pada anak yang menderita leukemia juga sering mengumpul di kelenjar getah bening. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tersebut. Gejalanya berupa benjolan di leher, dada, ketiak, atau pangkal paha.

Oleh karena itulah leukimia pada anak bisa terjadi karena beberapa kondisi. Meski begitu, leukimia pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini karena leukimia pada anak dapat terdeteksi dengan cepat dan mendapatkan penanganan yang tepat.