Macam-macam Makanan Penambah Berat Badan Janin
Kehamilan

Macam-macam Makanan Penambah Berat Badan Janin

Ketika sedang mengandung, tumbuh kembang janin dalam kandungan harus menjadi perhatian utama Anda. Anda harus bisa memastikan janin memiliki berat yang tepat. Untuk itu, Anda perlu mengonsumsi makanan penambah berat badan janin.

Meskipun saat ini Anda sedang mengandung, Anda perlu memperhatikan bahwa konsumsi makanan tetap harus dijaga. Peningkatan kalori yang dibutuhkan hanyalah sebanyak 500 kalori setiap harinya. 

Nutrisi penting pada makanan penambah berat badan janin

Sebaiknya, Anda memperhatikan apa saja jenis-jenis nutrisi yang Anda perlukan bagi janin Anda. Lalu, carilah makanan yang kaya akan nutrisi tersebut. 

Berikut ini beberapa nutrisi yang diperlukan dari makanan penambah berat badan janin:

  • Zat besi

Zat besi adalah bagian penting dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi ini akan membantu Anda dalam membangun ketahanan terhadap stres dan penyakit. 

Selain itu, zat besi juga bisa menghindari Anda dari kelelahan, kelemahan, lekas marah, dan depresi. Setiap wanita yang sedang mengandung disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 27 miligram total zat besi dalam sehari. 

  • Vitamin D

Tubuh Anda memerlukan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Kalsium ini penting untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi nantinya. Selain itu, vitamin D juga baik untuk kesehatan kulit dan penglihatan. 

Karena itu, pastikan untuk mendapatkan asupan vitamin D selama masa kehamilan. Anda bisa mendapatkannya dari paparan sinar matahari. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkannya dari susu yang diperkaya dengan vitamin D.

  • Kalsium

Tubuh Anda memerlukan kalsium untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Kalsium juga memungkinkan darah membeku secara normal, saraf berfungsi baik, dan jantugn berdetak dengan normal.

Produk susu adalah sumber kalsium terbaik. Tingkatkan asupan kalsium Anda untuk memastikan berat badan janin dalam kandungan.

Makanan penambah berat badan janin

Setelah mengetahui jenis-jenis nutrisi yang diperlukan, berikut ini rekomendasi makanan penambah berat badan janin yang bisa Anda konsumsi:

  • Jus jeruk

Mengonsumsi segelas jus jeruk bisa memberikan asupan vitamin C, kalsium, serta folat dalam tubuh Anda. Nutrisi ini akan meningkatkan kesehatan Anda dan juga mendukung tumbuh kembang janin, membuat janin memiliki berat badan ideal dalam kandungan.

Selain itu, dengan nutrisi ini, Anda juga bisa mengurangi resiko bayi terkena cacat lahir. Jus jeruk bisa membantu menjaga metabolisme dan fungsi otot tubuh Anda saat hamil secara keseluruhan. 

  • Yogurt

Yogurt merupakan salah satu produk susu yang bisa Anda andalkan sebagai makanan penambah berat badan janin. Di dalamnya, terdapat kandungan nutrisi kalsium, protein, vitamin B, zinc, dan nutrisi pembangun tulang lainnya.

Anda bisa mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan dengan mengonsumsi yogurt. Selain itu, kesehatan gigi dan tulang Anda pun akan ikut terjaga selama masa kehamilan. 

  • Ubi

Ubi adalah makanan yang kaya akan serat, kalsium, vitamin C, vitamin B6, dan zat besi.s Selain itu, beta-karoten dalam ubi akan diolah menjadi vitamin A oleh tubuh Anda. 

Vitamin A penting untuk kulit, tulang, dan mata janin dalam kandungan. Karena itu, penting bagi Anda untuk meningkatkan asupan vitamin A saat hamil, salah satunya lewat ubi. 

Itulah beberapa rekomendasi makanan penambah berat badan janin yang bisa Anda konsumsi. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kadar nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi saat hamil demi kesehatan janin Anda.

Kehamilan

Bagaimana Cara Mendengar Detak Jantung Janin?

Pada masa kehamilan, janin mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan yang dapat diketahui orang tua adalah mendengar detak jantung janin. Sebagian orang tua merasa bahwa mendengar detak jantung janin merupakan momen yang penting karena dapat mengetahui kondisi janin bahwa mereka sehat.

Jika Anda merupakan orang tua yang baru memiliki anak, namun masih dalam kandungan, Anda dapat mendengar detak jantung janin baik di rumah maupun melalui dokter kandungan.

Perkembangan Detak Jantung Janin

Pada masa kehamilan empat minggu, jantung janin mulai terbentuk. Pada minggu kelima masa kehamilan, jantung janin mulai berdetak secara spontan, namun Anda belum dapat mendengarnya.

Pada minggu keenam dan ketujuh, detak jantung janin akan mengalami perkembangan secara masif. Oleh karena itu, dokter dapat membuat janji dengan Anda untuk melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi janin apakah mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak.

Ketika Anda melakukan pemeriksaan dengan USG transvaginal, Anda dapat mendengar detak jantung janin antara 90 hingga 110 kali per menit. Pada minggu ke-9, detak jantung janin akan meningkat sebanyak 140 hingga 170 kali per menit.

Jika Anda sudah melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal, namun tidak mendengarkan detak jantung janin, Anda tidak perlu khawatir. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda melakukan pemeriksaan melalui USG transvaginal terlalu dini. Dokter biasanya akan menyarankan pasien yang hamil untuk melakukan pemeriksaan ulang melalui USG transvaginal dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

Alat-Alat Pendeteksi Detak Jantung Janin

USG transvaginal bukan satu-satunya alat pemeriksaan yang digunakan dokter untuk mengetahui detak jantung janin, berikut adalah beberapa alat yang dapat melakukan hal yang sama terhadap janin:

  1. Stetoskop

Stetoskop merupakan salah satu alat yang dapat mendeteksi detak jantung manusia, termasuk janin. Stetoskop dapat digunakan ketika usia kehamilan Anda berada di antara 18 hingga 20 minggu. Jika Anda ingin mendengar detak jantung janin sendiri dengan stetoskop, Anda bisa beli benda tersebut dengan harga sekitar Rp 70.000,00.

  • Fetoskop

Fetoskop merupakan benda yang dapat digunakan pasien ketika usia kehamilan mereka 12 minggu.

  • Pinard horn

Pinard horn merupakan salah satu alat detak jantung yang terbuat dari kayu atau logam dan dapat digunakan ketika usia kehamilan pasien mencapai 18 hingga 20 minggu.

  • Fetal doppler

Fetal doppler merupakan salah satu alat pendeteksi jantung yang sering digunakan dokter kandungan dengan memantulkan gelombang suara untuk menggambarkan detak jantung lain. Fetal doppler dapat digunakan pasien ketika mereka memasuki usia kehamilan 8 minggu.

  • Fetal monitor

Fetal monitor merupakan alat medis yang tidak hanya digunakan untuk mengetahui detak jantung janin, namun juga dapat digunakan untuk memantau kontraksi.

Walaupun membutuhkan waktu untuk mengetahui detak jantung janin, stetoskop, fetoskop, dan pinard horn merupakan alat-alat medis yang aman untuk digunakan pasien hamil, sedangkan fetal doppler bisa menimbulkan risiko yang besar terhadap pasien jika digunakan secara berlebihan.

Cara Menjaga Kesehatan Janin

Untuk menjaga kesehatan jantung janin, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Asam folat

Anda perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat selama masa kehamilan untuk mencegah penyakit jantung bawaan pada bayi Anda.

  • Hindari kebiasaan buruk

Anda juga perlu hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol karena bisa mengganggu perkembangan janin.

  • Jaga gula darah

Anda juga perlu jaga gula darah agar tetap stabil untuk menghindari risiko cacat jantung pada bayi Anda.

  • Obat jerawat

Obat jerawat sebaiknya Anda hindari karena bisa menimbulkan kelainan jantung pada bayi Anda.

Kesimpulan

Ada berbagai cara yang dapat dicoba untuk mengetahui detak jantung janin. Selain itu, untuk menjaga kondisi janin, Anda perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan detak jantung janin atau kehamilan, Anda dapat konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter kandungan.