Penyakit

Cegah dan Obati Radang Kepala Penis (Balanitis) dengan Cara Ini!

Radang kepala penis atau disebut juga dengan balanitis adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 1 dari 25 anak laki-laki dan 1 dari 30 pria dewasa yang belum disunat. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi atau phimosis, dimana kulup penis terlalu kencang. 

balanitis radang kepala penis

Penyebab dan gejala

Pria yang tidak disunat sangat berisiko terkena radang kepala penis karena bawah kulup adalah area yang lembab dan hangat, tempat yang sangat pas untuk berkembangnya jamur dan bakteri. 

Penyebab lainnya meliputi:

  • Phimosis, atau kulup yang terlalu ketat
  • Kebersihan area genital yang tidak terjaga
  • Infeksi jamur kelamin (kandidiasis)
  • Penyakit menular seksual
  • Infeksi kudis
  • Alergi
  • Penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim
  • Diabetes
  • Obesitas atau kegemukan
  • Artritis reaktif

Gejala radang kepala penis bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Beberapa tanda dan gejala balanitis mirip dengan infeksi menular seksual dan sariawan penis, diantaranya:

  • Kulit di kepala penis kencang dan berkilau
  • Kemerahan di sekitar kelenjar
  • Nyeri dan gatal di bawah kulup akibat penumpukan kotoran
  • Pembengkakan kelenjar di dekat penis
  • Mengeluarkan bau tidak sedap
  • Keluarnya cairan putih (smegma) di bawah kulup

Pada kasus yang jarang terjadi atau lansia dengan balanitis, akan muncul luka atau lesi pada kelenjar di penis.

Mencegah dan mengobati balanitis

Mempraktikkan gaya hidup yang bersih adalah salah satu kunci pencegahan penyakit radang kepala penis. Pastikan untuk membasuh seluruh kepala penis dan kulup dan mengeringkannya setelah buang air kecil atau aktivitas terkait lainnya. 

Tarik kulup hingga kelenjar terbuka, kemudian cuci bersih bagian bawah kulup dengan air hangat. Anda bisa menggunakan sabun dengan kandungan yang lembut, namun hindari produk yang mengandung pewangi dan alkohol. 

Anda juga bisa menggunakan krim berair atau cairan pembersih netral yang tidak mengandung sabun, dan pastikan untuk membilasnya hingga benar-benar bersih. Setelah itu, keringkan bawah kulup dan kepala penis dengan kain lembut. 

Bagi pria yang aktif secara seksual, menggunakan kondom juga penting demi menghindari infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan balanitis.

Jika Anda di diagnosa balanitis, dokter akan meresepkan krim anti gatal dan obat steroid untuk menghentikan peradangan dan rasa gatal. Dokter juga akan meresepkan obat antibiotik atau anti jamur jika terjadi infeksi.

Selain obat resep, Anda bisa menemukan obat balanitis di apotek. Misalnya, krim anti jamur yang mengandung nistatin, klotrimazol, atau terbinafin, juga steroid hidrokortison sebagai obat anti peradangan. 

Jika terjadi kekambuhan, dokter akan menyarankan untuk melakukan sunat. 

Bagaimana jika radang kepala penis tidak diobati?

Balanitis yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan kronis dan memicu komplikasi kesehatan, termasuk:

  • Balanoposthitis

Balanoposthitis adalah meradangnya kulup dan kelenjar penis. Balanoposthitis ditandai dengan gatal, iritasi, dan pembengkakan kulup dan kelenjar.

Kondisi ini hanya terjadi pada pria yang tidak disunat, dan sering dialami oleh pria dengan kulu ketat atau menderita diabetes.

  • Balanitis xerotica obliterans (BXO)

Balanitis xerotica obliterans (BXO) disebut juga dengan lichen sclerosus. Merupakan kondisi dimana kulit kelenjar mengeras dan memutih, dan menyebabkan gangguan berkemih dan menyulitkan keluarnya air mani.

  • Jaringan parut pada penis

Selain sebagai salah satu penyebab balanitis, fimosis juga bisa timbul sebagai komplikasi radang kepala penis. 

Peradangan yang terjadi pada kelenjar dan kulit penis bisa menyebabkan jaringan parut atau fimosis. Fimosis menyebabkan bukaan atau lubang kencing menyempit, serta memicu ketidaknyamanan dan kesulitan berkemih dalam waktu lama.

Konsultasikan seputar radang kepala penis atau masalah terkait kesehatan reproduksi kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.