Penyakit

5 Terapi Sinusitis yang Bisa Dilakukan di Rumah

Sinusitis masih dianggap sebagai adanya masalah pernapasan di bagian rongga hidung. Padahal sebenarnya, sinusitis terjadi ketika rongga sinus atau rongga udara di belakangan tengkorak mengalami pembengkakan atau peradangan. Kondisi ini ikut memengaruhi sistem pernapasan sebab fungsi dari rongga sinus tak lain untuk mengendalikan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru.

Dalam kondisi normal, rongga sinus seharusnya kosong. Namun ketika terjadi pembengkakan, rongga ini dipenuhi lendir sehingga menyebabkan infeksi. Untuk orang yang menderita sinusitis kronis, umumnya akan menjalani terapi sinusitis yang teratur di dokter dan udah memiliki senjata berupa antibiotik untuk meredakan gejala jika penyakit ini datang tiba-tiba. Akan tetapi bagaimana jika Anda mengalami kondisi sinusitis ketika sedang berada di rumah dan tanpa pegangan obat?

Sebenarnya banyak pilihan terapi sinusitis yang bisa Anda lakukan dari rumah. Jenis-jenis terapi ini pun tergolong simpel dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Cek jenis-jenis terapinya di bawah ini, yuk.

  1. Terapi Minum

Ketika serangan sinusitis datang, Anda bisa langsung melakukan terapi hidrasi. Sesuai namanya, Anda cukup mengonsumsi air mineral dalam porsi yang cukup guna membantu melegakan pernapasan Anda. Disarankan porsi air mineral yang mesti Anda asup untuk menjalani terapi sinusitis sebanyak 250 mililiter tiap 2 jam. Jumlah tersebut sebenarnya tidak sulit dipenuhi karena hanya setara dengan satu gelas air.

  • Cuci Air Garam

Memasukkan cairan saline ke dalam hidung untuk meredakan gejala sudah lumrah dilakukan sebagai terapi sinusitis di dunia kedokteran. Langkah ini pun sangat mudah Anda tiru di rumah. Campurkan sekitar 2 sendok teh garam dengan 200 mililiter air. Setelah diaduk merata, cucilah hidung Anda dengan air garam tersebut. Untuk hasil lebih maksimal, Anda bisa menggunakan pot neti guna memasukkan air garam ke bagian rongga hidup yang lebih dalam. Lakukan minimal 2 kali sehari dan rasakan gejala sinusitis yang Anda alami akan mereda.

  • Kompres Air Hangat

Sinusitis tidak hanya membuat Anda sulit bernapas. Peradangan ini juga membuat Anda merasa pusing serta sakit di bagian persedian wajah. Anda bisa meredakan gejala tersebut dengan mengompres beberapa bagian wajah dengan handuk yang telah dicelupkan sebelumnya ke air hangat. Kompreslah bagian sekitar hidup, pipi, mata, dan dahi. Terapi sinusitis ini akan membantu mengurangi sakit yang Anda alami sekaligus meredakan peradangan di rongga sinus dari luar.

  • Terapi Uap

Terapi sinusitis dengan metode uang juga sudah biasa dilakukan di rumah sakit untuk meringankan gejala sinusitis. Melakukan model terapi ini di rumah pun bukan sesuatu yang mustahil. Siapkan satu mangkok berisi air panas lalu condongkan wajah ke mangkok tersebut. Jangan lupa untuk menutupi kepala dengan handuk guna mengurung uang panas benar-benar bisa masuk ke hidung Anda. Cobalah bernapas dengan hidung dan tidak perlu waktu lama sampai Anda merasa lebih baik.

  • Terapi Pijat

Pijatan di area tertentu terbukti bisa meredakan gejala sinusitis. Terapi sinusitis yang satu ini bahkan sudah dikenal sebagai salah satu pengobatan tradisional penyakit ini di China. Cara memijat untuk terapi sinusitis sebenarnya tidak terlalu sulit. Posisikan kedua telapak tangan Anda menopang bagian belakang kepala, tepatnya di perbatasan leher dan tengkorak. Pijat perlahan area perbatasan tersebut dan cobalah bernapas secara normal. Anda juga bisa memijat perbatasan pipi dan batang hidung untuk meredakan gejala sinusitis.

***

Tidak sulit bukan melakukan berbagai terapi sinusitis dari rumah? Intinya jangan panik! Segera lakukan salah satu pilihan terapi di atas apabila Anda mulai merasakan gejala sinusitis menyerang. Selamat mencoba.

Penyakit

Waspada Gejala Sinusitis Akut yang Menyerupai Flu

Masyarakat di Indonesia sepertinya sudah familier dengan istilah penyakit sinusitis. Sinus adalah rongga yang terdapat pada tulang tengkorak manusia. Pada kenyataannya, manusia memiliki sinus di beberapa bagian, yaitu di belakang tulang pipi, di antara kedua mata, di kening, dan di belakang hidung. Keempat rongga ini saling berhubungan antarsatu dan lainnya.

Dalam kondisi normal, rongga sinus hanya akan terisi dengan udara atau sedikit cairan yang nantinya dapat dikeluarkan lewat hidung. Namun, dalam kasus tertentu, dapat terjadi peradangan pada sinus yang dikenal dengan sinusitis akut.

Peradangan sinusitis akut disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Kondisi ini menyebabkan bertambahnya produksi lendir (mukus) di dalam rongga, sehingga terjadi sumbatan. Rongga yang terkena radang dan dipenuhi dengan mukus dapat menyebabkan rasa nyeri. Peradangan sinus ini dapat berlangsung selama 2-4 minggu.

Sinusitis akut memiliki gejala awal yang menyerupai flu, seperti hidung tersumbat, keluarnya cairan dari hidung dan nyeri pada sekitar area wajah. Tidak heran, banyak orang yang salah menyangka gejala sinusitis akut pada awalnya. Sumbatan pada sinus juga dapat disebabkan karena alergi (rinitis alergi), polip (pertumbuhan daging) pada hidung, atau tulang hidung yang miring.

Gejala sinusitis akut yang mungkin dapat terjadi selain yang telah disebutkan di atas, yaitu:

  • Terdapat lendir yang keluar dari hidung. Lendir ini memiliki tekstur yang cenderung kental dan berwarna kuning atau kehijauan. Cairan ini dapat mengalir ke belakang hidung kemudian turun ke bagian kerongkongan (post-nasal drip).
  • Mengalami kesulitan bernapas yang diakibatkan hidung tersumbat.
  • Rasa tidak nyaman pada telinga seperti rasa tersumbat.
  • Sakit kepala, terutama di sekitar area wajah.
  • Mengalami gangguan pada indra penciuman dan perasa.
  • Batuk di malam hari atau ketika udara dingin.
  • Bau mulut.
  • Demam.

Umumnya, gejala sinusitis dapat diatasi dengan perawatan secara mandiri yang dapat dilakukan di rumah. Namun, Anda tetap perlu waspada jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di bawah ini dan segera berkonsultasi dengan dokter:

  • Gejala berlangsung selama lebih dari satu minggu.
  • Demam terus menerus.
  • Riwayat sinusitis yang berulang.
  • Merasa nyeri, mengalami bengkak, dan kemerahan di sekitar mata.