Telinga Anak Bau? Waspadai Infeksi Telinga pada Bayi

Infeksi telinga bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada bayi. Jika muncul bau tidak sedap pada telinga si kecil, jangan diremehkan karena bisa jadi hal tersebut menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada si kecil. Bau tidak sedap yang berasal dari telinga bisa muncul akibat adanya infeksi telinga pada bayi. Menghadapi kondisi seperti Anda tidak perlu panik, karena pada beberapa kondisi kasus infeksi telinga dapat diobati sendiri di rumah. 

Pada anak- anak dibawah umur 2 tahun, pemberian antibiotik sangat dianjurkan untuk membantu mengatasi infeksi telinga. Namun, apabila setelah menjalani perawatan bayi Anda masih merasa kesakit dan tidak nyaman, segera konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Infeksi telinga pada bayi biasanya disertai dengan demam, flu, kehilangan nafsu makan, dan sulit tidur. 

Kotoran pada telinga pada dasarnya berfungsi untuk melindungi telinga dari benda asing serta kotoran seperti debu, yang dapat menyebabkan infeksi pada gendang telinga. Apabila kotoran telinga bayi berbau dan disertai cairan putih atau kekuningan, kemungkinan besar anak Anda mengalami infeksi telinga. Kondisi ini dapat disebabkan karena adanya infeksi pada telinga bagian tengah karena bakteri streprtococcus. 

Bakteri streprtoccus ini menyebabkan radang pada tenggorokan dan infeksi pada saluran pernafasan. Bakteri ini masuk pada telinga bagian tengah melalui eustachius. Akibatnya fungsi saluran eustachius terganggu. Apabila saluran eustachius tersumbat makan cairan pada telinga tidak dapat mengalir.. Adanya gangguan pada saluran ini, akan menyebabkan cairan menumpuk di bagian tengah telinga bayi dan menjadi sarang berkembang biaknya kuman sehingga menimbulkan bau pada telinga bayi.

Infeksi telinga paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia antara 3 bulan dan 3 tahun, dan umum terjadi sampai usia 8 tahun. Sekitar 25% dari semua anak akan mengalami infeksi telinga secara berulang. Sedangkan, orang dewasa juga bisa terkena infeksi telinga, tetapi tidak sesering pada anak-anak.

Faktor risiko infeksi telinga dapat meliputi:

  • Usia: Bayi dan anak kecil rentan usia 6 bulan dan 2 tahun memiliki risiko lebih besar terkena infeksi telinga.
  • Riwayat keluarga: Kecenderungan terkena infeksi telinga dapat diturunkan dalam keluarga.
  • Pilek: Pilek sering meningkatkan kemungkinan terkena infeksi telinga.
  • Alergi: Alergi dapat menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan saluran pernapasan bagian atas, yang dapat memperbesar kelenjar gondok. Kelenjar gondok yang membesar dapat menyumbat tuba eustachius, mencegah cairan telinga mengalir. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah, menyebabkan tekanan, nyeri dan kemungkinan infeksi.
  • Penyakit kronis: Orang dengan penyakit kronis (jangka panjang) lebih mungkin mengembangkan infeksi telinga, terutama pasien dengan defisiensi imun dan penyakit pernapasan kronis, seperti cystic fibrosis dan asma.
  • Etnis: Penduduk asli Amerika dan anak-anak Hispanik memiliki lebih banyak infeksi telinga daripada kelompok etnis lainnya.

Pencegahan Infeksi Telinga Pada Bayi 

  • Sering-seringlah mencuci tangan. Mencuci tangan mencegah penyebaran kuman dan dapat membantu mencegah anak Anda terkena pilek atau flu.
  • Hindari memaparkan bayi Anda pada asap rokok. Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang berada di sekitar perokok memiliki lebih banyak infeksi telinga.
  • Pastikan anak mendapat asupan ASI. Usahakan untuk memberi ASI pada bayi Anda selama 6 sampai 12 bulan pertama sejak dilahirkannya. Karena antibodi dalam ASI dapat mengurangi tingkat infeksi telinga.
  • Perhatikan posisi pemberian susu botol pada anak. Jika Anda sedang memberikan susu botol pada si kecil, usahakan pegang bayi Anda dalam posisi tegak yaitu kepala lebih tinggi dari perut. Pasalnya menyusui dalam posisi horizontal dapat menyebabkan susu formula dan cairan lain mengalir kembali ke saluran eustachius. Jika dibiarkan, cairan susu atau ASI dapat mengalir ke telinga tengah. 
  • Vaksinasi. Pastikan anak Anda mendapatkan vaksin secara rutin, termasuk vaksin influenza tahunan (suntikan flu) selama 6 bulan ke atas untuk mencegah infeksi virus dan infeksi lain membantu mencegah infeksi telinga.

Infeksi telinga pada bayi dapat menyebabkan timbulnya cairan yang berbau pada telinga Si kecil. Adanya sumbatan pada bagian tengah telinga akan menyebabkan penumpukkan kotoran yang kemudian menyebabkan infeksi pada telinga. Anda juga bisa mencegah terjadinya infeksi telinga pada anak seperti yang telah dijelaskan di atas. Segera bawa ke dokter apabila anak Anda mengalami gejala- gejala yang tidak wajar akibat infeksi telinga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *