Tidak Hanya Ryvel Sirup, Obat Ini Juga Bisa Atasi Biduran

Biduran, atau dalam istilah medis disebut urtikaria, adalah ruam kemerahan yang muncul pada kulit. Meskipun biduran sering dikaitkan dengan reaksi alergi, kondisi ini juga dapat dipicu oleh beberapa hal lain, seperti stres, efek samping obat, gigitan atau sengatan serangga, suhu dingin atau panas, dan infeksi. Anda bisa mengonsumsi Ryvel Sirup sebagai langkah awal penanganan ketika mengalami biduran.

Biduran merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang paling sering terjadi. Diperkirakan sekitar 20% orang dewasa pernah mengalami biduran, dan 15% di antaranya pernah mengalami biduran sejak masa kanak-kanak.

Jika biduran tidak disertai gejala lain dan gatal yang dirasakan tidak berat, Anda dapat meredakannya dengan beberapa perawatan berikut ini.

  1. Jauhi faktor pemicu biduran

Langkah pencegahan dan perawatan terpenting pada biduran adalah mengetahui faktor pemicunya, dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan faktor tersebut. Misalnya, jika biduran muncul setelah makan makanan tertentu, maka hindari mengonsumsi makanan tersebut. Atau jika biduran muncul saat stres, maka lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

  1. Gunakan kompres dingin

Menempelkan sesuatu yang dingin pada kulit Anda dapat membantu meringankan iritasi dan meredakan rasa gatal. Anda dapat menggunakan sebongkah es yang dilapisi dengan handuk dan menempelkannya ke daerah yang terasa gatal selama 10 hingga 15 menit. Ulangi hingga 4 kali dalam sehari.

  1. Jaga suasana sejuk

Suhu yang panas dapat membuat rasa gatal semakin parah. Kenakan pakaian yang tipis dan longgar, serta berbahan nyaman dan dapat menyerap keringat. Jaga suhu udara di dalam ruangan agar tetap sejuk dan nyaman. Hindari duduk di bawah sinar matahari langsung atau mandi air panas, untuk mencegah kekambuhan biduran.

  1. Mengonsumsi atau mengoleskan obat

Jika cara lain tidak efektif meredakan rasa gatal akibat biduran, Anda dapat mencoba menggunakan obat-obat antigatal yang dijual bebas, seperti obat golongan antihistamin dan losion kalamin. Untuk biduran yang sangat luas dan sering kambuh, mungkin diperlukan obat resep dokter, seperti kortikosteroid dan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda ingin mengatasi biduran dengan bantuan obat – obatan, berikut berbagai obat biduran yang biasa diresepkan oleh dokter.

  1. Antihistamin

Mengonsumsi pil antihistamin sebagai obat biduran menjadi cara efektif untuk mencegah gatal-gatal. Selain itu, antihistamin juga memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala biduran. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antihistamin seperti 

  • Loratadine (Claritin)
  • Cetirizine (Zyrtec)
  • Fexofenadine (Allegra)
  • Desloratadine (Clarinex)
  1. Losion calamine

Losion calamine membantu meredakan gatal dengan cara memberikan efek dingin pada kulit. Anda dapat menggunakan losion calamine langsung ke kulit dengan cara

  • Kocok losion agar racikannya tercampur rata.
  • Tuangkan losion ke kapas.
  • Oleskan kapas ke kulit yang biduran dan diamkan sampai kering.
  1. Obat antiradang

Kortikosteroid oral seperti prednisone dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Biasanya obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu sebentar. Pasalnya, obat ini memiliki berbagai efek samping serius jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

  1. Antidepresan

Antidepresan trisiklik doxepin (Zonalon), biasanya digunakan dalam bentuk krim yang dapat membantu meredakan gatal. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk sehingga rasa gatal Anda sedikit teralihkan dengan tidur.

  1. Omalizumab 

Omalizumab biasanya diberikan dengan cara disuntikkan ke kulit. Obat ini akan diresepkan jika Anda mengalami biduran parah yang terjadi selama berbulan-bulan atau dalam hitungan tahun. Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, hingga sakit telinga bagian dalam.

Jadi itulah beberapa penanganan terhadap biduran yang bisa Anda lakukan selain mengonsumsi Ryvel Sirup. Anda juga berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *